RASHA
AUDHINA ZULFA
Kelas 6BSDN Harapan Mulia 03
Menjelang libur sekolah, biasanya Ibu sudah merencanakan tentang tujuan liburan. Tetapi hingga saat ini, tidak ada sepatah katapun yang Ibu ucapkan kepadaku mengenai hal itu. Aku juga melihat sikap Ibu yang tidak seperti biasanya. Berulang kali Ibu membolak balik buku tulis tipis yang selalu terletak di meja dapur. Adzan Maghrib berkumandang, dan Ayah meminta kami segera berwudhu agar kami sholat maghrib berjamaah. Yang terpikirkan olehku, selesai sholat, aku akan menanyakan tentang tujuan liburan kepada Ibu. "Bu, kemana tujuan liburan sekolah kali ini ?" Tanyaku. Sambil Ibu melipat alas sholat, Ibu menjawab, " maafkan Ibu ya nak, Ibu harus membicarakan dulu dengan ayahmu." Aku mengangguk tanda aku harus menunggu hasil diskusi ayah dan ibu.
"Rasha, kesini sebentar..." Ibu memanggilku. Aku menghampiri Ibu, " ada apa Bu ? Kita jadi liburan kan ? Kemana? Kapan kita berangkat ? Naik apa ?". Ibu hanya tersenyum dan menyuruhku untuk duduk disampingnya. "Begini nak, maafkan Ibu ya, karena liburan kali ini kita tidak akan pergi kemana- mana, Ibu harus membuat pesanan kue untuk hari selasa dan pesanan nasi di hari jumat dan itu adalah hari dimana kamu sudah liburan. Ibu mohon kamu bisa mengerti tentang kesibukan Ibu yaa..". Aku tidak menjawab apapun selain aku hanya duduk terdiam karena merasa kecewa dengan perkataan ibu.
Malam hari aku gelisah, tidak bisa memejamkan mata sedikitpun dan berpikir kenapa ibu begitu, aku kan mau pergi liburan juga, aku tidak mau di rumah saja, aku harus begini...begitu... Apa Ibu tidak punya uang untuk liburan ya ? Kenapa ibu lebih memilih membuat pesanan kue dibandingkan dengan liburanku? Hheemmm...banyak tanda tanya dalam hatiku.
Selesai sholat subuh aku melihat ibu bergegas pergi kepasar, dan aku berteriak, " Bu, aku ikut....". Ibu menoleh dan mengangguk tanda setuju. Ternyata barang belanjaan ibu banyak sekali, dan akupun bisa merasakan letihnya ibu berkeliling pasar mencari bahan makanan yang dibutuhkan yang tercatat di buku tulis tipisnya.
Tiba di rumah, ibu dengan cekatan langsung membuat aneka macam kue yang memang sudah di pesan. Tiba-tiba Ibu langsung memberikan baskom besar berisi tepung terigu yang berwarna coklat dan bilang kepadaku agar aku segera mengaduknya. Aku kaget, tapi aku harus bisa bantu ibu agar kelak nanti aku juga bisa memasak seperti ibu.
"Alhamdulillah...selesai semuanya, terimakasih ya nak, sudah bantu ibu hingga akhirnya semua selesai tepat waktu...", Kata Ibu.
Aku mengangguk dan berkata," kalau selama liburan aku membantu ibu di dapur, pasti nanti aku juga bisa pandai membuat aneka macam masakan seperti Ibu.
Tidak apa-apa deh...tidak jalan- jalan...tapi kalau Ibu membuat makanan, ajari aku ya Bu ?". Ibu menjawab," boleh sekali...ibu senang kamu bisa bantu ibu, dari situ kamu bisa belajar bagaimana membuat makanan yang enak, bersih, bergizi dan aman di konsumsi oleh orang lain, terlebih lagi kita harus bersyukur bahwa apa yang kita kerjakan dan kita dapatkan adalah rezeki yang halal dan baik dari Allah".
Berbarengan kami mengucapakan, " Aamiin.. Alhamdulillah yaa Allah atas rezekiMu...".
Pesan Moral : Mengisi liburan bisa dilakukan dengan hal-hal yang membuat kita tetap semangat belajar. Membantu orang tua adalah kewajiban seorang anak, dan harus selalu bersyukur atas segala yang diberikan oleh Allah SWT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar