Sabtu, 11 April 2020

Tour Acara Arisan Keluarga



Raffi Prasetya Sudrajat

Tepat di tanggal 6 Oktober 2019, kami mengadakan tour  penutupan acara arisan keluarga. Kami bersepakat untuk pergi ke villa di daerah Sukabumi tepatnya di Villa Ungu.
Pada tanggal 5 Oktober 2019 pada hari Jumat sorenya, aku dan ibu prepare atau mempersiapkan keperluan apa saja yang akan dibawa untuk kebutuhan di sana nanti. Mulai dari menyiapkan pakaian ganti, makanan, cemilan, dan tidak lupa membawa perlengkapan mandi.
Nah, sekarang tiba waktunya tanggal 6 Oktober 2019. Hari Sabtu jam 6 pagi kami berkumpul di tempat yang sudah ditentukan oleh pelaksana. Sesudah kami berkumpul semua, kami absen diri untuk menentukan siapa saja yang mengikuti kegiatan acara arisan dan untuk mempermudah pemberian sarapan. hehehehe...
Kami berangkat tepat pukul 6.30 pagi. Agar tidak bosan di dalam bus, tim pelaksana memberikan kami hiburan bernyanyi bersama. Aku sangat senang sekali bisa bermain dengan saudara seumuran aku. Kami pun tiba pukul 9.15. Perjalanan kami memang tidak terlalu lama dikarenakan pada saat itu memang hari Sabtu jadi jalanan tidak terlalu padat.
Sesampainya di Villa Ungu aku langsung berenang karena berasa lengket badanku di saat perjalanan tadi. Aku mengajak saudara-saudara yang seumuran aku untuk langsung berenang dan tiba-tiba bukan hanya saudara yang seumuran saja, banyak orang dewasa yang ikut langsung berenang. Setelah puas berenang, aku langsung  mandi untuk siap-siap makan.

Singkat cerita sore pun tiba. Kak Sarah mengajak kami mempersiapkan acara api unggun untuk nanti malam.
Malam pun tiba, waktunya acara api unggun. Dipandu oleh Kak Evi. pada saat renungan malam, aku pun terharu dengan suara yang terisak-isak. Kak Evi pun mulai membuatku menjatuhkan air mata. Benar-benar merasa sangat sedih, dan bukan cuma aku saja semua orang yang berada di renungan malam itu semua meneteskan air mata. Malam pun semakin larut, sekitar jam 9 malam kami pun menyudahi acara untuk hari ini.
Jam 6 pagi di hari Minggu aku sudah terbangun gara-gara udara dan cuacanya sangat dingin sekali. Aku, Bina, Caca,  Bilqis, Bilal, Noval, Rey, Oik dan Ibat langsung keluar untuk mengadakan senam bersama. Setelah acara senam bersama selesai, ada permainan  saweran, tapi saweran nya di kolam renang. Semua anak yang laki-laki langsung menuju ke kolam renang untuk mengikuti saweran.
"Raffi.. Raffi.. Raffi.." teriak Mama Ime, Uwa Emul dan sepupu-sepupuku. “Hore aku dapat  Rp 15,500 dari saweran itu” teriak aku sambil tertawa. Seru banget deh pokoknya. Setelah acara saweran selesai kita pun mengadakan acara makan bersama.
Jam 10 pagi tiba Mama Ime mengajak kita semua pergi ke gunung naik mobil bak. Ini pertama kali aku menaiki mobil bak ternyata seru juga ya. Anginnya  semriwing.. Tapi panas di kepala.
Sesampainya di kaki gunung kami pun turun dan sepupuku yang bernama Noval ia melihat sambil teriak "Bang Raffi ada capung" ditangkapnya deh. Aku pun ikut menangkap capung itu dengan gerakan pelan supaya capungnya tidak terbang lagi.
Di dekat kaki gunung ada aliran air, ya semacam sungai gitu deh. Batu-batunya besar-besar. Kami pun semua d bolehkan turun ke sungai langsung dengan hati-hati ke sungai tersebut. Aku pun ikut turun dengan menggunakan pakaian yang  aku kenakan dan alhasil aku pulang dengan baju yang sangat basah. Hmmmm tapi aku senang dengan keseruan ini.
Tidak lama kemudian kami pun harus kembali ke Villa Ungu. Setibanya di Villa Ungu, kami pun bersiap-siap untuk makan siang.
Tepat jam 1 siang, kami pun mengadakan permainan untuk acara ulang tahun Ibat sepupuku. Permainannya pindah tepung dari piring satu ke piring lain dan posisi Ibat ada di paling akhir setelah itu kami pun langsung kasih kejutan ke Ibat. Semua tepung yang ada di piring ditumpah kan ke kepala Ibat sambil teriak "selamat ulang tahun Ibat" dan menyanyikan lagu happy birthday.
Permainan selanjutnya adalah masuk sarung untuk orang dewasa. Hahaha… aku melihat dengan tertawa soalnya lucu banget. Ada pula yang sambil karaokean.
Acara permainan selanjutnya yaitu kuras kolam renang. kok bisa ya kolam renang di kuras pikirku. Pas ku perhatikan, oh ternyata ada 2  lubang yang ukuran nya tidak terlalu besar. Satu untuk pembuangan air kolam yang sudah terpakai dan yang satu laginya untuk pengisian air kolam renang. Hal menariknya bagi aku, ternyata air pengisian kolam renang itu langsung berasal dari pegunungan. Pantas saja airnya lebih dingin pikirku.
Sore pun tiba kami semua bersiap-siap untuk pulang ke Jakarta. Kami pun sampai Jakarta jam 7 malam. Itulah pengalaman yang paling berkesan untukku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar