Raffi
Prasetya Sudrajat
Tepat di tanggal 6 Oktober 2019, kami
mengadakan tour penutupan acara arisan
keluarga. Kami bersepakat untuk pergi ke villa di daerah Sukabumi tepatnya di
Villa Ungu.
Pada tanggal 5 Oktober 2019 pada hari
Jumat sorenya, aku dan ibu prepare atau mempersiapkan keperluan apa saja yang
akan dibawa untuk kebutuhan di sana nanti. Mulai dari menyiapkan pakaian ganti,
makanan, cemilan, dan tidak lupa membawa perlengkapan mandi.
Nah, sekarang tiba waktunya tanggal 6
Oktober 2019. Hari Sabtu jam 6 pagi kami berkumpul di tempat yang sudah
ditentukan oleh pelaksana. Sesudah kami berkumpul semua, kami absen diri untuk
menentukan siapa saja yang mengikuti kegiatan acara arisan dan untuk mempermudah
pemberian sarapan. hehehehe...
Kami berangkat tepat pukul 6.30 pagi.
Agar tidak bosan di dalam bus, tim pelaksana memberikan kami hiburan bernyanyi
bersama. Aku sangat senang sekali bisa bermain dengan saudara seumuran aku. Kami
pun tiba pukul 9.15. Perjalanan kami memang tidak terlalu lama dikarenakan pada
saat itu memang hari Sabtu jadi jalanan tidak terlalu padat.
Sesampainya di Villa Ungu aku langsung
berenang karena berasa lengket badanku di saat perjalanan tadi. Aku mengajak
saudara-saudara yang seumuran aku untuk langsung berenang dan tiba-tiba bukan
hanya saudara yang seumuran saja, banyak orang dewasa yang ikut langsung
berenang. Setelah puas berenang, aku langsung
mandi untuk siap-siap makan.
Singkat cerita sore pun tiba. Kak Sarah
mengajak kami mempersiapkan acara api unggun untuk nanti malam.
Malam pun tiba, waktunya acara api
unggun. Dipandu oleh Kak Evi. pada saat renungan malam, aku pun terharu dengan
suara yang terisak-isak. Kak Evi pun mulai membuatku menjatuhkan air mata. Benar-benar
merasa sangat sedih, dan bukan cuma aku saja semua orang yang berada di
renungan malam itu semua meneteskan air mata. Malam pun semakin larut, sekitar
jam 9 malam kami pun menyudahi acara untuk hari ini.
Jam 6 pagi di hari Minggu aku sudah
terbangun gara-gara udara dan cuacanya sangat dingin sekali. Aku, Bina, Caca, Bilqis, Bilal, Noval, Rey, Oik dan Ibat langsung
keluar untuk mengadakan senam bersama. Setelah acara senam bersama selesai, ada
permainan saweran, tapi saweran nya di
kolam renang. Semua anak yang laki-laki langsung menuju ke kolam renang untuk
mengikuti saweran.
"Raffi.. Raffi.. Raffi.." teriak
Mama Ime, Uwa Emul dan sepupu-sepupuku. “Hore aku dapat Rp 15,500 dari saweran itu” teriak aku sambil
tertawa. Seru banget deh pokoknya. Setelah acara saweran selesai kita pun
mengadakan acara makan bersama.
Jam 10 pagi tiba Mama Ime mengajak kita
semua pergi ke gunung naik mobil bak. Ini pertama kali aku menaiki mobil bak
ternyata seru juga ya. Anginnya
semriwing.. Tapi panas di kepala.
Sesampainya di kaki gunung kami pun turun
dan sepupuku yang bernama Noval ia melihat sambil teriak "Bang Raffi ada
capung" ditangkapnya deh. Aku pun ikut menangkap capung itu dengan gerakan
pelan supaya capungnya tidak terbang lagi.
Di dekat kaki gunung ada aliran air, ya
semacam sungai gitu deh. Batu-batunya besar-besar. Kami pun semua d bolehkan
turun ke sungai langsung dengan hati-hati ke sungai tersebut. Aku pun ikut
turun dengan menggunakan pakaian yang
aku kenakan dan alhasil aku pulang dengan baju yang sangat basah. Hmmmm
tapi aku senang dengan keseruan ini.
Tidak lama kemudian kami pun harus
kembali ke Villa Ungu. Setibanya di Villa Ungu, kami pun bersiap-siap untuk
makan siang.
Tepat jam 1 siang, kami pun mengadakan
permainan untuk acara ulang tahun Ibat sepupuku. Permainannya pindah tepung
dari piring satu ke piring lain dan posisi Ibat ada di paling akhir setelah itu
kami pun langsung kasih kejutan ke Ibat. Semua tepung yang ada di piring ditumpah
kan ke kepala Ibat sambil teriak "selamat ulang tahun Ibat" dan menyanyikan
lagu happy birthday.
Permainan selanjutnya adalah masuk
sarung untuk orang dewasa. Hahaha… aku melihat dengan tertawa soalnya lucu banget.
Ada pula yang sambil karaokean.
Acara permainan selanjutnya yaitu kuras
kolam renang. kok bisa ya kolam renang di kuras pikirku. Pas ku perhatikan, oh
ternyata ada 2 lubang yang ukuran nya
tidak terlalu besar. Satu untuk pembuangan air kolam yang sudah terpakai dan yang
satu laginya untuk pengisian air kolam renang. Hal menariknya bagi aku,
ternyata air pengisian kolam renang itu langsung berasal dari pegunungan.
Pantas saja airnya lebih dingin pikirku.
Sore pun tiba kami semua bersiap-siap
untuk pulang ke Jakarta. Kami pun sampai Jakarta jam 7 malam. Itulah pengalaman
yang paling berkesan untukku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar